Rabu, 26 September 2018

Japan Day #5 : Kyoto dan Nara

Japan Day #4 : Foto Prewedding di Jepang

Hari ini jadwal kami bakalan lumayan padet, rencananya sih banyak banget destinasi karena seriusan Kyoto punya banyak tujuan menyenangkan. Selain Kyoto kami juga bakalan ke Nara hari ini..

Itinerary kami hari ini ada Fushimi Inari, Kiyomizu-dera Temple, Arashiyama Bamboo Forest terus mau beli Arabica% karena masih penasaran banget. Terus baru deh pindah ke Nara. Tapi kami terpaksa mencoret Kiyomizu-dera karena ternyata prakteknya, mepet bok 😝. Sebenernya sih bisa - bisa aja, tapi saya paling ngga bisa nyampe suatu tempat bagus terus harus terburu - buru pindah ke tempat lain. Menurut saya, jadi ngga ada esensinya. Jadi mendingan sedikit destinasi tapi puas ngubek ngubeknya. Apalagi semua tempat yang dikunjungi hari ini itu tourist spot, pasti bakalan rame banget.

Kami bangun agak santai hari ini, cape juga abis dari USS terus foto - foto. Tapi kami memastikan ngga kesiangan karena Fushimi Inari ini dijamin bakalan rame banget. Dari Immamiya Satation kami harus ke ShinOsaka Station lalu menyambung ke Kyoto Station dan harus transit lagi untuk ke JR Inari Station. Kami sampai sekitar jam 8 pagi, dan sudah ramai! πŸ˜› Enaknya, Fushimi Inari Taisha ini lokasinya persis di seberang JR Inari Station.

Setelah mencuci tangan (tradisi sebelum memasuki shrine di Jepang), kami mulai berjalan kaki menyusuri sederetan Torii (gerbang berwarna merah) yang merupakan main attraction di Fushimi Inari ini. Nah kalau diperhatikan, setiap Torii ini pasti ada tulisan - tulisannya, itu adalah nama perusahaan yang menyumbang Torii untuk dipasang di Fushimi Inari. Di sini, jalurnya sendiri dibagi 2, jadi ngga bakalan tabrakan karena jalur masuk akan berbeda dengan alur keluar.

Nah liat kan di setiap Torii ada tulisannya

Ini diambil dari arah berlawanan makanya tulisannya ngga keliatan hehehe


Karena ramai, tentu saja susaaaaah buat dapet foto berlatar belakang Torii Seibu (Torii yang berderet rapat) tanpa banyak orang kan. Nah sedikit tips adalah, datanglah pagi - pagi karena semakin siang akan semakin ramai. Lalu, jangan foto - foto di awal, karena semakin kita berjalan masuk maka akan semakin sepi jadi kesempatannya pun semakin bagus buat dapetin foto tanpa interupsi πŸ˜„ Kami sendiri berhasil dengan cara ini.

Fushimi Inari ini bagus banget, sayangnya kami ngga bisa berjalan sampai ke puncak. Padahal pasti bagus banget. Jadi setelah puas menikmati keindahan Fushimi Inari, kami pun memutuskan berbalik arah.

Nah serunya, di bagian luar buanyak banget tenant - tenant kaki lima street food, semua makanannya keliatan enak dan wangi. Karena belum sarapan akhirnya kami kalap di sini 😝

Selain ini masih makan mie goreng, orange juice sama yakitori hahaha

Setelah makan, sekitar pukul 10 pagi, kami menuju ke Arashiyama Bamboo Forest. Lucunya, di kereta menuju Arashiyama Bamboo Forest, kami ketemu satu keluarga besar dari Indonesia dan akhirnya kami ngobrol -ngobrol. Ternyata tujuan kami sama hehehe Keluarga itu bawa anak perempuannya yang kayaknya masih 2 -3 tahun umurnya, dan sepanjang perjalanan anak lucu itu nyanyi terus tanpa non stop hahaha gemasshhh Kalau satu lagu abis dia akan nanya ke semua orang "Nyanyi lagu apa lagi ?" dan hebatnya banyak loh lagu yang dihapal sama anak itu. Satu gerbong jadi terhibur deh walaupun yang orang Jepang mah ngga ngerti anaknya nyanyi apa secara anaknya nyanyi pake Bahasa Indonesia hihihi 😁

Begitu sampai, setelah pamit dengan keluarga itu, kami bergegas berjalan keluar stasiun menuju Arashiyama Bamboo Forest, dan udah rame juga aja dong hehehe Kami cuma jalan - jalan aja di sana dari ujung ke ujung, di sana ketemu orang yang lagi mainin alat musik tapi saya ngga tau namanya apa, tapi suara yang keluar dari alat musik itu bagussss banget dan cocok banget sama suasana Bamboo Forest. Kayaknya sih dia ini seniman lokal gitu deh, karena dia di sana juga jualan CD berisi lagu - lagu yang tampaknya hasil aransemen dia sendiri dengan alat musik itu. Jadi nyesel ngga beli CD-nya 😦

Bosen ngga liat foto gayanya gini terus

Ini alat musik apa sih, bagus suaranyaaa..

Nah abis dari Bamboo Forest ini, kami berjalan menuju tempat kopi yang sudah membuat saya penasaran dari kemarin yaitu Arabica%. Di deket sini ada juga storenya selain yang di Gion kemarin makanya sudah kami agendakan akan ke sana dan karena di sepanjang jalan banyak banget yang pegang cup Arabica% saya sukses tambah penasaran dong. Taunya, begitu sampai storenya ya ampun antrenya πŸ˜‚ Kalau saya maksain ngantri, bakalan kesiangan banget ke Nara, akhirnya saya mengurungkan niat deh huhuhu next time ya..

Seramai ini dong huhuhu

Kecewa ngga nyobain kopi enak, saya beralih jajan es krim. Di Jepang ini kayak wajib gitu makan soft ice creamnya karena enak -enak deh. Makan es krim padahal cuaca lagi dingin emang enak ? ENAK BANGET hahaha.. Seriusan enak banget, di sini saya beli es krim rasa sakura! Karena sebentar lagi musim semi jadi udah banyak banget nuansa sakura di mana - mana, termasuk es krim rasa sakura ini. Rasanya ? enakkkk susah deskripsinnya deh 😜

Yummmmm
Setelah itu, kami langsung menuju Nara, dari Saga-arashiyama kita menuju ke Kyoto Station dari situ baru ganti kereta menuju Nara. Sekitar sejam total perjalanannya.

Harapannya begitu keluar stasiun udah disambut sama rusa - rusa Nara, ternyata ngga ada hahaha Kita harus jalan dulu ke arah Nara Park. Tapi karena lapar, kita cari makan dulu deh. Eh, ngga jalan jauh dari stasiun tau - tau ketemu Coco Curry lagi! Bangkit langsung semangat ngajak makan di situ😝

Baru setelah makan, kita lanjut lagi jalan kaki ke Nara Park. Bahkan sebelum sampai Nara Park, udah banyak rusa berkeliaran. Aduh lucunya. Tapi salut deh, masa dengan rusa sebanyak itu ngga keliatan kotor atau bau loh. Ngga ada poop rusa berserakan gitu. Ih hebat banget pokoknya.

Nah di sini, saya kepengen banget ngasih makan rusa, karena rusa di Nara ini sudah 'terlatih' untuk membungkuk apabila kita juga membungkukkan badan. Kami keliling keliling cari penjual biskuit rusa dan beli beberapa pack. Rusanya pinter deh, tau aja kita udah pegang biskuit, langsung diikutin aja dong. Kalau kita ngga ngasih, langsung disenggol - senggol pake kepalanya (tanduknya rata - rata udah dipotong gitu jadi masih relatif aman). Kalau ngga dikasih juga, jaket kita yang dikunyah kunyah πŸ˜“

Rusanya diajak hormat malah melengos, tau aja belom beli biskuitnya 😭

Di Nara juga ketemu early blooms, kali ini diikutin rusa terus karena masih nyimpen beberapa keping biskuit di kantong wkwkwk

Di Nara ini juga sebenernya kami kurang puas explore karena cuma setengah hari. Nara ini masih luassss, jadi better mengaloaksikan satu hari seharian di sini. Kotanya lebih tenang daripada Kyoto, pokoknya enak banget deh. Mungkin ini pertanda harus kembali lagi ke Jepang hehehe

Selain rusa, tentu aja banyak banget yang bisa dikunjungi di Nara, ada beberapa temple yang bisa dieksplor. Kami sendiri hanya sempat mengunjungi satu temple yaitu Todai-ji Temple, itu pun ngga sempat masuk ke dalam karena keterbatasan waktu πŸ˜”

Nah besok, kami akan pergi ke kota yang masih jarang dikunjungi turis terutama dari Indonesia, tunggu ceritanya ya 😁


Senin, 10 September 2018

Prolog 25 Agustus 2018

Postingan Jepang terpaksa diselip dulu ya, hehehe...

Whoaaaaa, saya pikir saya bakalan jadi bridezilla loh, saya pikir blog ini akan penuh dengan keluhan - keluhan saya saat mempersiapkan pernikahan. Nyatanya, postingan tentang persiapan pernikahan aja cuma 2 biji hihihi 😝

Alhamdullilah pernikahan kami terlaksana dengan baik 25 Agustus 2018 lalu, baik akad nikah maupun resepsi berjalan sangat baik. Semua vendor memberikan hasil di luar ekspektasi. Gusti Allah juga luar biasa baik memberikan cuaca yang sangat mendukung, cerah tapi adem. Pernikahan kami outdoor, jadi cuaca yang paling bikin deg deg ser. Tapi saya dan Bangkit percaya saja dengan kebaikan-Nya, doa kami hanya semoga diberikan cuaca terbaik. Saya berharap ngga hujan tentu saja, tapi pokoknya kan Dia yang tahu yang terbaik, jadi kami serahkan ke dalam kuasa-Nya.

Dari awal, saya dan Bangkit menekankan ke diri kami masing - masing bahwa pernikahan itu esensinya adalah akad nikah. Resepsi itu 'hanya' syukuran. Jadi kami tidak membuat standar tinggi untuk pernikahan kami. Selain venue, vendor lainnya kami pilih berdasarkan feeling saja. Syukurlah kami dibantu WO yang walaupun kami hanya mengambil paket WO yang untuk hari - H saja, tapi sangat membantu kami bahkan sebelum hari H.

Saya ngga menaruh perhatian pada detail - detail kecil karena saya sadar kayak gitu mah sama aja cari penyakit. Jadi saya cuma menaruh perhatian pada hal - hal besar yang esensial, contohnya misalnya catering, saya cuma pilih menu dan porsian, penampilan cateringnya yang penting bersih dan rapi, tapi saya ngga perlu tau detail dia akan dekor pakai bunga jenis apa dan segala macem printilannya saya ngga tau bakalan kayak gimana karena saya serahkan ke WO. Jadi banyak surprise (menyenangkan) di hari H karena saya ngga tau semuanya bakal jadi seperti apa πŸ˜…

Untuk dekorasi, saya cuma bilang ke Mba Puspa dari Royal Kinanthi saya mau temanya rustic modern semi semi bohemian, pokoknya dibuat se-menyatu mungkin dengan alam sekitar Ndalem Notorahardjan. Saya ngga mau ada yang nabrak -nabrak. Bagi saya menikah outdoor sudah diberikan kado sendiri berupa dekorasi natural hihihi Tapiii, saya dan Bangkit pilih tema warna, jadi untuk akad saya pilih tema greenery, warna utamanya putih, hijau, dan cokelat kayu (earthy tone), supaya dekorasi, handbouquet, dan attire kami bisa cocok dan keliatan serasi. Untuk resepsi hanya ditambah sedikit warna bold  di dekorasi bunga pelaminan dan hanbouquet saya, jadi terkesan berbeda.

Make up pun, saya ngga ngatur mata saya yang segaris ini harus belo, atau pipi saya harus tirus gimana, pokoknya saya hanya bilang untuk akad, saya hanya mau make up simple dan manis. Sisanya saya serahkan ke MUA dan lagi - lagi ke Allah, saya berdoa terus menerus dan alhamdullilah make upnya sangat sesuai keinginan saya..


Kalau mau dibuat drama sih ada aja ya, tadinya saya berencana menggunakan anggrek bulan untuk hairpiece akad nikah eh dateng dateng bunganya udah kusam dan layu. Untung saya juga pesan Baby Breath untuk headpiece resepsi, jadi rambut saya ngga polos - polos amat di akad πŸ™ˆ Angrek Bulannya sendiri akhirnya direfund sama floristnya, jadi solved semua deh.

Ada yang disesali ? Ngga ada sih, disyukuri semua. Kekurangannya sangat minor dan tertutup dengan banyaknya berkah di hari tersebut. Simpulannya, terlalu banyak nikmat sampai semua kekurangan tersebut tertutup. Terlalu banyak nikmat untuk disyukuri ketimbang mengeluhkan hal - hal kecil. Pokoknya, it's a wrap! Di luar dugaan alhamdullilah, tamu yang hadir memberikan restu banyak banget, seru seru pula diajak joget mau aja hahaha, catering alhamdullilah sampai akhir masih banyak, ngga yang melimpah ruah, pokoknya pas untuk dibungkus dan dibagi - bagi ke keluarga dan tetangga, rasanya juga enak semuaaa terutama Bebek Peking dan Empal Gentongnya. Dekorasi sudah lah ngga perlu dibahas lagi, detail dan on point, semua tamu sibuk foto - foto. Entertainment yang asik banget meramaikan suasana (poin plus, lagu kebangsaan nikahan kami Grow Old With Younya Adam Sandler bagus banget dinyanyiin Paksi Band), MC yang lihai asik dan tentu saja last but not least WO yang ya ampun, apalah kami tanpa mereka 😍😍😍

Saran saya untuk calon pengantin wanita, libatkan sebanyak mungkin calon suami dalam setiap keputusan, semua keputusan harus dari hasil rembukan kepala dingin. Hilangkan kata AKU dan KAMU, saat ini biasakan dengan KITA. Minimalisir perdebatan dan perselisihan dengan tidak keras kepala, ingat ya acara ini acara KITA bukan acara AKU. Alhamdullilah Bangkit ini tipe yang mau tau dan mau ikut campur, jadi kami hampir ngga ada perdebatan sama sekali karena selain kebetulan selera kami juga sama, kami selalu meminta pendapat satu sama lain sebelum memutus sesuatu. Jangan nodong - nodong vendor atau nawar gila - gilaan, kalau kita bersahabat, vendor - vendor juga pasti akan bersahabat dan memberikan service lebih. Di hari H, pasti tegang kan tapi jangan sampai berlarut - larut, buat diri kita serelax mungkin. Setiap orang caranya pasti akan beda - beda, untuk saya caranya adalah ketika dimake up, saya menyepi jadi saya ngga akan diganggu dengan kehebohan di luar sana, saya di kamar hanya dengan MUA dan Hair Stylist saja. Sambil mendengarkan lagu yang disambung ke pengeras suara, Lagunya sudah saya buat playslist dari lagu - lagu yang menaikkan mood saya. Hasilnya saya ketawa mulu sepanjang akad dan resepsi karena mood saya benar - benar baik. Walaupun ada satu dua kendala, karena mood saya yang udah terlanjur baik, jadinya ya saya anggep enteng deh kendalanya.

Terus, jangan lupa sarapan pagi. Untuk saya karena akad saya jam 1 siang, saya baru mulai dimake up jam setengah 9 pagi jadi saya punya banyak waktu untuk sarapan dan ngapa ngapain lainnya. Sebelum dimake up pastikan kita sarapan karena kalau udah dimake up apalagi udah di bagian bibir, kita jadi males makan. Abis akad pun pada saat touch up make up, saya masih sempet dipaksa makan lagi sama WO hihihi Hasilnya saya ngga lemes di hari itu dan masih seger seger aja sampai rangkaian acara selesai.

Insyaallah, detailnya akan saya bahas terutama untuk review -review vendor karena masih sedikit sekali ya blog tentang nikahan di Jogja itu. Semoga membantu.

Salam hangat,
Ny. Nugraha πŸ˜‹





Minggu, 09 September 2018

Japan Day #4 : Foto Prewedding Murah di Jepang ?


Japan Day #3 : Universal Studio Osaka dan Makan Ramen Ichiran!

Syukurlah di hari keempat kami di Jepang ini, pagi pagi kami disambut matahari cerah. Cek weather di HP katanya sih hari ini bakalan cerah sepanjang hari. Hari ini wajib banget cerah sih soalnya kami mau jadi model!

Banyak banget yang bilang, enak ya prewednya di Jepang, pasti mahal dst dst Mereka ngga tau aja kalau saya sama sekali ngga planning buat foto prewed di Jepang hehehe Seperti cerita saya sebelumnya di sini, tiket Jepang ini udah jauh jauh hari kami pesan dan tujuan utamanya tentu aja jalan jalan, main, ketemu Cica dan makan enak. Ngga ada bayangan mau foto prewed sama sekali. Oh ya dan soal konsep foto prewed ini, saya dan Bangkit sebenernya kurang tertarik, mungkin karena kami sama sama kurang narsis ya jadi ketika mempersiapkan pernikahan, kami maju mundur memutuskan akan foto prewed atau ngga karena mahaaall!!! 😜

Nah, ketika membuat itinerary Jepang trip, kami berencana akan ke Kyoto, dan saya super excited karena saya sudah membayangkan akan menyewa yukata di Kyoto buat lucu lucuan aja. Lalu ketika sedang melakukan reservasi untuk sewa yukata, ada pilihan untuk melakukan photoshoot dari tempat rental yukatanya. Harganya bervariasi tergantung pilihan waktu, tempat, dsb dan untuk yang lumayan proper buat foto prewedding itu relatif mahal. Tapi akhirnya saya dan Bangkit jadi mempertimbangkan, mumpung di Jepang apa mau sekalian foto prewed aja nih? Lama banget kami mempertimbangkan hal ini, sampai akhirnya diputuskan ngga usah aja karena sayang sama uangnya mendingan buat jalan - jalan lagi hehehe 😜

Lalu di bulan Februari sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan, Frame a Trip (Tau kan ? Ini semacam platform yang mempertemukan fotografer lokal dengan calon kliennya) lagi gencar banget promo diskon Valentine's Day. Diskonnya itu dibatasi kuota di setiap destinasi hanya 50 kuota, dan Kyoto masuk ke salah satu destinasinya. Iseng iseng, saya dan Bangkit ngecek diskonnya seperti apa, dan ternyata diskonnya sistemnya lucu deh. Karena kami pilih foto couple, diskonnya itu berdasarkan jumlah dari tanggal lahir kami xixixi dan syukurnya tanggal lahir saya dan Bangkit itu tanggal lahir gendut. Saya tanggal 24 dan Bangkit tanggal 20, total diskon kami 44%, hampir setengah harga! Harga yang kami bayar sekitar 2 Jutaan untuk sesi 3 jam foto. Mungkin ini yang namanya rezeki calon pengantin ya dan karena menurut kami ini good deal banget, akhirnya kami book sesi dengan Frame a Trip 😍

Setelah deal, kami dihubungi lagi untuk dikenalkan dengan fotografernya. Fotografer kami namanya Dario, dan bukan orang Jepang asli hahaha Dari situ kami langsung kontak kontakan buat set tanggal, waktu, tempat, dan tema untuk foto nanti.

Untuk rental yukatanya sendiri, saya dan Bangkit pilih menyewa di Yumeyakata. Ini kayaknya rental paling ramai dan terkenal se-Kyoto deh. Karena emang Yumeyakata ini web-nya sangat user friendly, bahasanya tersedia Bahasa Indonesia loh. Bahkan katanya helper kita nanti buat memilih dan menggunakan yukatanya ada yang bisa Bahasa Indonesia juga. Kalau mau rental di sini, mending reservasi dulu karena mereka super rame selalu. Jadi di web reservasi kita bisa memilih tanggal, waktu akan datang ke store-nya mereka, mau pilih service apa, apakah cuma sewa yukata atau mau dimake up dan hair do sekalian, atau mungkin mau nyoba didandani jadi Maiko (Geisha Apprentice), mau nyoba jadi Samurai, mau photoshoot sekalian, pokoknya banyak tinggal pilih aja. Saya pilih sewa yukata, make up, dan hair do. Bangkit sih jelas cuma sewa yukata aja.

Pagi hari itu dari Immamiya Station kami bergegas ke Kyoto Station, dari Kyoto Station kami harus ganti ke subway. Karena kami tidak membeli Pasmo atau Suica (E-moneynya Jepang gitu), kami harus membeli ketengan. Subwaynya cuma sebentar kok, sampai deh di Gojo Station, dari station tinggal jalan kaki 2 menit sampai. Kalau mau jalan dari Kyoto Station juga bisa, tapi lumayan sih 20 menitan baru sampai.

Sampai di Yumeyakata, kita diberi kantong plastik untuk membungkus sepatu yang sedang dikenakan, lalu diberi tas besar. Sepatu yang sudah dibungkus plastik kita masukkan ke dalam tas besar itu, tas itu jangan lupa dibawa yah hehehe. Lalu kita diarahakan ke meja resepsionis, karena kami sudah booking, kami diberi kertas yang sudah ditandai dengan service yang sudah kita pilih sebelumnya. Dari situ saya dan Bangkit berpisah, saya ke bagian wanita, Bangkit ke bagian pria.

Sumpah storenya rame banget, padahal hari biasa loh. Di bagian wanita, sudah banyak orang yang memilih - milih yukata, saya dihampiri satu orang staf Yumeyakata lalu ditanya kira kira yukata yang mau saya kenakan warna apa, dan membatu mencocokkan dengan obi. Lalu setelah memilih paduan yukata yang diinginkan, saya mengantre untuk dibantu mengenakan yukata. Jangan kuatir soal pakaian dalam ya, soalnya di sini disiapkan juga pakaian dalam khusus yukata, bentuknya seperti robe putih tipis gitu. Setelah mengenakan yukata, saya dihair do dan make up, hair donya udah ada pilihannya ya, jadi tinggal tunjuk aja dan hair stylistnya kerjanya cepet bener, 15 menit selesai, tanpa dicatok, disasak dsb. SUPER. Kalau make up sih karena make up ala Jepang itu simple banget jadi prosesnya cepet. Oh ya baju kita semua disimpan di tas besar itu ya, pokoknya semua barang pribadi disatukan di tas itu. Nantinya tas itu akan disimpan di Yumeyakata, jadi tidak perlu kuatir akan membawa bawa gembolan dengan yukata πŸ˜ƒ

Sudah pake yukata, make up dan rambut sudah paripurna, tas sudah dititip, saatnya memilih tas kecil dan sandal. Oh ya kaus kaki juga disiapkan kok. Tadinya saya waswas, udara dingin pake sandal, mana kaus kakinya kayak tipis gitu, eh surprisingly kaus kakinya anget banget. Lebih anget daripada kaus kaki heattech uniqlo ya ampun. Saking cintanya, kaus kakinya saya bawa pulang hahaha (eh ini ngga nyuri, emang boleh dibawa pulang)

Setelah kelar dengan semuanya, itu sudah jam 12 siang aja, padahal kami sampai di Yumeyakata itu jam 10 pagi. Belum sempet sarapan pula, syukurnya kami masih punya waktu sebelum jam janjian kami dengan Dario dan ngga jauh dari Yumeyakata, kita liat ada Yoshinoya! Jadilah kami makan siang di Yoshinoya hari itu. Rasanya ? Tentu aja beda, kawan! Saya sendiri pesan meal yang ngga ada di Yoshinoya Indonesia sih, yaitu Sukiyaki. Ini enakk huhuhu, kok ngga ada di Indo sih. Kalau Bangkit pesen Beef Bowl, toppingnya pakai telur mentah dan daun bawang. Kata Bangkit, kurang micin πŸ˜› 

Setelah makan siang, kita jalan menuju tempat janjian dengan Dario. Eh ngga jalan ding, tapi naik bis. Seru loh naik bis di Jepang hehehe patut dicoba kalau kalian lagi di Jepang. Singkat kata, kita ketemu Dario dan setelah berkenalan basa basi, kita mulai sesi fotonya!



Duhhhh 😍

Ini payungnya dibawain Dario loh, kata dia untung pas yukatanya pink jadi payungnya bisa dipake

Foto favorit karena ngga keliatan muka, jadi kayak orang jepang beneran hahaha

Sesi fotonyanya sendiri walaupun 3 jam, ngga berasa sama sekali karena sambil jalan terus sih. Sayangnya saya jadi ngga bisa liat - liat dan menikmati Kyoto huhuhu 😭 Padahal cantik banget tempatnya, bahkan saya juga melewatkan kesempatan nyobain kopi Arabica% padahal storenya lagi ngga terlalu ramai 😭 Simpulannya, kami cukup puas dengan prewed ala ala ini, dan kami bersyukur banget ngga keluar uang banyak untuk foto prewed beneran karena kami ngga akan suka. Kami lebih suka jalan - jalan haha hihi ketimbang punya foto bagus πŸ˜… Hasil fotonya Dario plus editan Frame a Trip sendiri bukannya ngga bagus. Hasilnya bagus loh, kami dapet 80 edited photos, dan ini beneran good deal menurut kami. Kami sudah coba cetak memperbesar foto Frame a Trip, dan ngga pecah sama sekali, bahkan warnanya tambah bagus. Senanggg..

Setelah sesi 3 jam yang melelahkan itu berakhir, kami segera balik menuju Yumeyakata untuk mengembalikan yukata. Karena kalau semakin malam akan semakin ramai, dan bener aja storenya udah rame sama turis - turis yang mengembalikan yukata. Tapi tenang, prosesnya mudah dan cepat kok. Sekitar 15 menit, semua urusan pengembalian sudah selesai.

Kami segera menuju Kyoto Station karena Cica sudah punya janji dengan temannya di sana. Kyoto di malam hari ? Ya Tuhan, bagus banget sih. Duh, betah banget di sini dan menyesal hanya bisa menyempatkan 2 hari di sini.

Kyoto Tower

Kami menghabiskan malam itu dengan makan Okonimiyaki, lupa nama restorannya yang saya inget cuma restorannya itu adanya di mall seberang Kyoto Station. Mallnya gabung sama Kyoto Tower. Kami memutuskan makan di situ juga karena disuggest sama temennya Cica ini. Lucu deh, jadi di tengah meja itu ada pan berpemanasnya gitu, nanti okonomiyaki pesenan kita akan ditaruh di pan itu dan alhasil okonomiyakinya bakalan anget terus, enyaaakkk 😚

Saking lapernya, ngga ada yang kepikiran foto - foto hahaha, jadinya cuma ada foto seadanya doang..

Satu satunya foto, ngiler lagi liatnya. Ini yang topping beef kalau ngga salah. Yang satu lagi prawn gitu, enakkk

Selain okonomiyaki, di sini juga ada banyak menu lain, ada yakisoba juga. Tadinya saya kedistract sama meja sebelah yang pesen yakisoba, wanginya itu loh. Tapi akhirnya kami fokus ke okonomiyakinya aja. Untuk berempat, kami cuma pesan 2 karena katanya ukurannya besar, dan bener aja, pesen segitu aja udah kenyang banget. Okonomiyakinya sendiri rasanya enak bangettttt, lembut, creamy, melting, toppingnya banyak. Ngangenin! Oh ya kata Cica, di tempat lain, ada yang kita bisa buat okonomiyaki kita sendiri loh, jadi nanti dikasih bahan - bahannya aja, jadi kita bisa buat sesuai selera.

Dan setelah itu kita balik deh ke flat kita, besok kita ke Kyoto lagi, tunggu yaaaa 😘

Kamis, 07 Juni 2018

Japan Day #3 : Universal Studio Osaka and Most Visited Ramen in Japan

Hari ketiga kami, dan hari ini kami bakalan ketemu sepupu kami, Cica. Cica itu lagi kuliah di Jepang (envy 😝), jauh - jauh nyamperin kita di Osaka dari Beppu, senangggg 😊

Persiapan ke Jepang
Japan Day #1 : Makan - makan di Dotonbori
Japan Day #2 : Amanohashidate : Bridge to The Heaven

Hari ini, Senin 5 Maret 2018,  sudah kita jadwalkan ke Universal Studio, sayangnya ramalan cuaca bilang hari ini bakalan hujan, dan hujannya seharian. Tapi kami ngga bisa mindahin jadwal hari ini ke hari lain, jadilah kami tetap berangkat. Setelah Cica sampai ke apartemen lalu mandi, kami sarapan dengan makanan yang udah kami beli di kombini. Lumayan, tinggal dihangatkan di microwave sebentar.

Keluar apartemen, bener aja udah ujan walaupun ngga deras. Kami udah prepare bawa payung sih tapi tetap berharap ramalan cuacanya meleset dikit jadi kami bisa tetep enjoy di USJ ini. Nah begitu kamu sampai di Universal City Station, ujannya malah semakin deras. Aduh, sedih banget rasanya. Tapi kami bertiga sepakat tetap masuk ke dalam (tiket udah dibeli juga πŸ˜›). Sebelum masuk USJ, kita antre di Lawson buat beli raincoat yang antrenya udah kayak antre wahana USJ saking ramenya orang yang mau beli raincoat. Ada kali Cica antre setengah jam buat bayar di kasir. Untung di Jepang ya, antreannya tertib dan teratur. Kalau di sini, udah diserobot terus hehehe

Setelah kita pakai raincoat dan setelah kita masuk area USJ, saya langsung jalan cepat ke satu area favorit di sini, ya tentu aja The Wizarding World of Harry Potter. Hujan udah ngga dipeduliin lagi, saya nyampe sini aja udah seneng banget 😁

Ini foto pas sore, ujannya udah agak redaan

Begitu masuk, serasa udah di dunia lain. Jadi kayak anak baru Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry *eh Kalau saya pribadi, di area ini ngga naik wahana apa apa juga udah seneng sih, bisa jalan jalan di Hogsmead sambil minum butterbeer, atau makan di Three Broomsticks. Suasananya menyenangkan dan bikin betah. Oh ya salah satu keuntungan ke sini ketika hujan adalah, jadi sepi ! Hahaha yah blessing in disguise lah. Tapi karena hujan saya juga jadi ngga bisa ngeluarin kamera.

Kami bertiga langsung masuk antrean Harry Potter and The Forbidden Journey, lumayan nunggu hujan ya antre wahana aja. Antreannya 'cukup' 60 menit aja waktu kami ke sana. Bayangin ya, lagi low season dan hujan, antrean masih segitu lama, gimana kalau hari cerah dan lagi peak season πŸ˜“

Antrean wahana ini masuk ke kastil Hogwarts, dan OMG interiornya dibuat meniru filmnya dan novelnya semirip mungkin. Ya elah, ini mah ngantre aja saya udah seneng πŸ˜‹ Nah gimana wahananya ? Seru ngga ? Haduh, ini seru banget. Intinya sih ini wahana roller coster indoor dilengkapi efek 4D, kita serasa diajak terbang beneran. Pokoknya wajib coba ! Tapi karena seluruh bahasa pakai bahasa Jepang, agak off dikit gitu sih hehehe ngga ngerti soalnya πŸ˜₯

Setelah dari Harry Potter and The Forbidden Journey, hujan masih turun gerimis nanggung gitu,  akhirnya kami neduh sambil beli the famous butterbeer aja. Namanya aja yang beer, tapi ini ngga ada alkohol sama sekali, anak kecil aja boleh minum kok. Nah, butterbeernya ada 2 jenis mau yang hot atau cold. Kita beli dua duanya buat nyobain. Oh ya gelasnya juga ada 3 macem, satu cup plastik biasa, yang kedua mug plastik, dan yang ketiga paling eksklusif premium mug yang keliatannya dari bahan stainless steel gitu. Nah 2 jenis mug itu sering dijadiin souvenir, tapi kalau saya cup biasa aja cukup, kan yang penting butterbeernya 😝




The Hot Butterbeer
Butterbeernya must try ! Kalau yang cold, butterbeernya lebih bersoda, lebih creamy dan buttery, rasanya refreshing banget. Kalau yang hot, ada rasa jahenya dan lebih manis. Dua duanya enak banget tapi kalau disuruh milih, saya lebih milih yang versi cold butterbeer πŸ˜‹

Setelah neduh dan hujan masih belum menunjukkan tanda tanda akan reda, kami memutuskan keluar dari area The Wizarding World of Harry Potter walaupun saya kecewa karena ngga bisa foto sama sekali di area ini. Tapi daripada waktu habis di sini tanpa ngapa - ngapain mending explore area lain. Oh ya sebelum keluar area, saya sempet mampir ke toiletnya. Toilet di area Harry Potter ini aja seru hahaha, ada suara Moaning Myrtle (hantu anak perempuan, pertama kali muncul di The Chamber of Secret, ingat ?)  tapi ya itu, ngomongnya pake bahasa jepang jadi ndak ngerti deh πŸ˜—

Area kedua yang kami datangi adalah, Minion Park. Di sini ujan udah mulai reda, bisa lepas raincoat deh. Tapi baju sama sepatu saya udah terlanjur basah kena tampias hujan πŸ˜– Nah karena rambut lepek, di sini saya beli bando deh hahaha biar menyembunyikan rambut awut awutan, tadinya mau beli bando Minion tapi akhirnya beli Elmo !

Liat kan itu coat basah semua
Di Minion Park kami hanya lihat - lihat aja, ngga sampai naik wahana apa apa, karenaaaa... karena lapar hehehe. Ujan ujan, dingin, jalan jalan bikin laper. Ngga terlalu jauh dari Minion Park, kita lihat ada chinese restaurant, namanya The Dragon's Pearl. Begitu masuk, udah penuh aja. Di sini sistemnya kami harus cari tempat duduk dulu, baru boleh pesan makanan. Akhirnya kami tungguin deh pengunjung yang kira - kira udah mau selesai, begitu dapet meja, baru deh kami pesan makanan.

Pilihan makanannya ngga terlalu banyak, karbohidratnya bisa pilih mau mie atau nasi, terus proteinnya pork atau chicken, side dishnya bisa pilih dumpling soup atau mapo tofu. Nah itu tinggal dikombinasiin aja deh. Saya pilih kombinasi nasi, fried chicken terus mapo tofu. Harganya lupa lupa inget, sekitar 1500 JPY kalau ngga salah udah termasuk minum. Rasanya, surprisingly not bad at all. Yah ngga enak banget juga, namanya juga makan di theme park. Tapi enjoyable. Apa karena kedinginan dan kelaparan ya hahaha 😢 Daaaaan karena kelaparan juga, jadi lupa foto deh 😝

Setelah makan siang, kami lanjut ke area kedua favorit saya yaitu Jurassic Park. Tentu saja saya ngga ngincer naik The Flying Dinosaur hahaha saya kan cupu anaknya, saya cukup naik Jurassic Park : The Ride. Sebenernya sama aja sih ini kayak yang di USS. Tapi saya sukaaa sekali. Oh ya di sini turunannya lebih curam dikit dari yang di USS hahaha. Tadinya mau beli foto kita, tapi mahal 😭

Abis itu, jalan -jalan aja muterin area Jurassic Park baru deh kami ke area selanjutnya. Di jalan kita ketemu Elmo yeaaayyy, saya sempet foto sama Elmo. Untung beli bando Elmo, jadi matching dehhh..



Wahana selanjutnya yang kita incer ada di New York area, The Amazing Adventure of Spiderman, sayangnya baru aja kami bergabung di antrean, tiba - tiba ada petugas USJ yang bagi - bagi voucher ke antrean kami  dan semua orang begitu menerima voucher itu langsung keluar. Setelah kita terima voucher baru ngerti, ternyata wahananya out of order jadi sebagai kompensasi kita dikasih fast pass ke wahana lain. Yah kecewa sih, tapi ya sudah lanjut ke wahana lain di area New York yaitu Terminator 3D : Battle Across Time. Ini mirip banget sama Shrek di USS. Yah so so ya 😬

Sisanya kami menghabiskan waktu keliling - keliling area lain aja, mungkin bagi orang lain begitu di theme park harus banget naikin semua wahana, tapi saya dan Bangkit itu lebih suka naikin wahana yang bener bener kita suka aja, sisanya kita menikmati suasana theme park itu sendiri hehehe\

The Cold Butterbeer

Semakin sore, hujan mereda horeee akhirnya sebelum pulang, kami mampir lagi dong ke The Wizarding World of Harry Potter, tujuannya tentu aja foto foto hahaha πŸ˜› Ngga deng, saya ketagihan butterbeer, jadi beli sekali lagi yang cold. Terus penasaran sama Ollivanders, ternyata antrenya sepi, jadi kita antre aja. Dan ngga lama antre, kita udah disuruh masuk πŸ˜†

Intinya, seluruh pengunjung diajak masuk ke ruangan magic wand lalu ada pengunjung yang diklaim 'choosen by the wand', terus pengunjung beruntung itu dikasih coba beberapa magic wand sampai akhirnya menemukan yang cocok sama dia. Konon, pengunjung beruntung itu bakalan dapet gratis magic wandnya. Sirik kaaan hehehe secara kalau beli sendiri magic wand itu rata - rata harganya 3000 - 5000 JPY. Sayangnya saya tidak terpilih huhuhu. Tapi show ini sendiri sudah sangat menyenangkan.

Masih menikmati Hogsmead, kami mengakhiri hari itu dengan keliling toko toko, mulai dari Honeyduke's Shop, Zonko's Joke Shop, dan Dervish and Banges (di sini gatel pengen beli Hogwarts robe tapi harganya 14.000 JPY aja hahahabhay)

Puasssss banget hari ini, walau hujan tapi saya ngga menyesal sama sekali. Semoga bisa ke sana lagi 😍

Kami lalu memutuskan pulang ke apartemen karena udah kedinginan banget. Setelah mandi, kami ke Dotonburi deh buat cari makan malam. Ngga pake bingung, kita udah sepakat pilih Ichiran Ramen. Udah khatam deh youtuber yang review Ichiran Ramen saya tonton hahaha

Di Dotonburi sendiri kita pilih salah satu cabang yang paling terkenalnya. Antrean udah panjang aja. Ngga berapa lama antre, ada petugas Ichiran Ramen yang nyamperin kita lalu menyodorkan kertas bertuliskan bahasa inggris intinya bertanya apakah kita keberatan atau ngga kalau dipindah ke cabang lain yang ngga jauh dari sana karena di cabang itu relatif lebih sepi. Lalu kami bertiga diskusi dulu dong pake bahasa indonesia, mau apa ngga. Eh petugasnya abis itu ketawa terus ngomong pake bahasa indonesia juga ke kita. Ternyata dia adalah Baito (part time worker) di Ichiran Ramen, mahasiswa dari Indonesia. 

Akhirnya kami setuju pindah cabang, dan setelah jalan kaki 2 - 3 menit sambil ngobrol sama mahasiwa Indonesia itu, sampai lah kami di cabang yang dimaksud. Di sini kita memesan ramen lewat vending machine, setelah memasukkan sejumlah uang di vending machine, kita harus memesan menu yang kita inginkan dengan menekan tombol. Lalu kalau sudah selesai, akan keluar uang kembalian dan voucher yang nantinya tinggal kita kasih ke waitress di restoran untuk ditukar jadi makanan. Makanannya ngga keluar lewat vending machinenya yaa 😜 Lalu, kita juga akan diberi semacam form untuk memilif preferensi ramen kita. Misalnya, tingkat kepedasan, tinggat kekayaaan kuah, banyaknya bawang putih dan daun bawang, tambahan telur atau daging dan sebagainya. Jadi setiap mangkok ramen itu dibuat personal berdasarkan preferensi kita. So good 😚

Di Ichiran Ramen ini terkenal dengan tempat makannya yang khas yaitu berupa bilik - bilik personal, maksudnya supaya kita bisa fokus menikmati ramen tanpa ngobrol atau terganggu hal - hal lain. Tapi ternyata di cabang ini, mereka menyediakan meja kapasitas beberapa orang juga. Kami lebih memilih meja daripada bilik sih biar bisa ngobrol hehehe *dijitak koki ichiran

Setelah memberikan voucher ke waitress, ngga lama ramen kami datang. Aduh udah kebayang kan kedinginan dan kecapean di USJ kami diakhiri semangkok ramen enak. Tapi ternyataaaaa...

Yummmm, level 10

Matcha Pudding for dessert

Ternyata, ramennya emang enak hahaha Kalau Cica suka banget, dia bilang ini ramen terenak dia selama di Jepang, kalau Bangkit katanya lebih suka Ikkudo Ichi di Jakarta 😜 Yah tapi tetep aja, kalau ke Jepang, jangan lupa mampir ke sini. Ada beberapa cabang kok, tapi saya ngga hafal persisnya.

Selesai hari ketiga kami, besok bakalan seru juga, see you 😍

Oh ya abis ramen, masih sempet jajan takoyaki πŸ˜πŸ˜‹

Selasa, 05 Juni 2018

Japan Day #2 : Amanohashidate : Bridge to The Heaven

 Persiapan dan hari pertama di Jepang bisa klik link di bawah ini

Persiapan ke Jepang
Japan Day #1 : Makan - makan di Dotonbori

Huahahaha udah basi yaaa, mana masih banyak hari yang harus diceritain, tapi saya tetep harus ngelanjutin ceritanya nih, soalnya saya pelupa dan blog ini membantu saya mengingat banyak hal, makanya trip ini harus terdokumentasikan dengan baik di sini 😝

Hari kedua kami di Jepang, Minggu 9 Maret 2018, saya bangun lumayan pagi soalnya hari ini tujuannya lumayan jauh - jauh. Oh ya tadinya kita ngga ada sih rencana mau ke Himeji Castle tapi karena ada tujuan yang kami batalkan jadinya kami punya waktu ke Himeji Castle ini.

Dari Imamiya Station kami menuju ke Himeji Station (rutenya liat Japan Travel Apps aja ya 😜), waktu tempuhnya sekitar 1 1/2 jam, kami sampai di Himeji Station sekitar jam 10 an dan kelaparan hahaha akhirnya kami langsung ke 7-eleven, beli sarapan sama kopi. Duh, kombini selalu menyenangkan. Sesudah menghangatkan makanan di microwave (ini kegiatan seru hahaha, maafin anaknya mure dan norak), kami bawa makanannya keluar stasiun terus cari tempat duduk dan makan deh. Saya beli sandwich katsu, Bangkit beli onigiri. Semuanya enakkk. Tapi lupa difoto 😑

Himeji Station

Pemandangan begitu keluar dari station, itu di ujung jalan kejauhan sana udah keliatan Himeji Castlenya

Kenyang abis sarapan, siap jalan

Sesudah sarapan baru deh kami jalan menuju Himeji Castle. Cuacanya enak banget, cerah tapi sejuk. Suasananya jalannya juga enak. Ngga kerasa ya kalau jalan kaki di Jepang, soalnya seru banget.

Sepi, tertata, love..

Trotoarnya luas bagus mulus, kalau digabung kiri kanan lebih luas dari jalanan mobil. Kalau kayak gini di Jakarta dibilangnya tidak memihak rakyat *eh

Jalannya ngga terlalu jauh, tapi karena kita santai dan sambil foto foto, kita baru sampai Himeji Castle 20 menitan kemudian. Nah sebelum masuk ke area castle kan ada sungai, saya bingung kok rame amat yang ngeliatin sungai emangnya ada apaan, saya ikutan liat sungai dan ternyata ada iniii..

Sugainya ngga crystal clear, tapi ngga kotor dan itu tuh ikannya gendut gendut lucu
Iyaa, di sungainya banyak banget ikan ini, saya ngga tau jenisnya apa sih ini. Sungainya ngga jernih banget (di tempat lain ada yang jauh lebih jernih dan bersih dari ini) tapi ngga kotor, ngga ada sampah sama sekali. 

Nah begitu masuk, keliatan deh Himeji Castle..



Kami cuma jalan jalan aja di sini, tadinya mau masuk. Tapi kami masih harus ke Amanohashidate. Jadi jam 12, kami udah jalan cepet ke Himeji Station lagi. Saran saya, explore lebih lama di sini. Saya aja nyesel cuma main di depannya doang hehehe..

Karena udah mepet, kami ngga sempet beli makan siang. Mikirnya di Amanohashidate aja makan siangnya. Perjalanan juga lumayan jauh, dari Himeji Castle kami harus 2x ganti kereta dan makan waktu 4 jam. Penasaran kan sebagus apa sih sampai dibela belain hehehe 😝

Nah, salah satu yang menyenangkan dari perjalannya adalah keretanya. Namanya Tango Aomatsu. Keretanya cuma 1 gerbong aja, jadi kayak mobil. Kita bisa ngeliat masinisnya ngendarain kereta yang masih tradisional, dan saya baru tau ngeliatin masinis kerja itu seru pake banget. Interior keretanya lucu, ada kayak restorannya.

Ini saya foto dari deret paling depan, jadi keretanya emang segini doang. Itu di bagian belakang ada resto kecilnya. Yang melayani penumpang cuma 2 orang, 1 masinis, 1 lagi kerjanya macem macem hehehe kadang jadi tour guide juga loh

Nah ini bagian depannya, ruang kecil di depan Bapak sweater merah itu ruang masinis. Sepanjang jalan saya berdiri di depan deket pintu karena super seru !


Keretanya dari luar seperti ini, biruuu super cute
Perjalanan jadi ngga kerasa kan kalau keretanya aja lucu banget gini, tiba - tiba udah sampai aja. Nah begitu keluar Amanohashidate Station, sebelah stasiun kita langsung ketemu tourist information. Kita sempet masuk, minta guide map dan dijelasin secara singkat sama petugasnya. Super informatif. Dan karena sudah sore, kita langsung jalan cepet ke tujuan utama kita ke sini, yaitu Amanohashidate View Land naik chair lift wohoooo

Amanohashidate View Land ini observatorium di atas Mt. Monju, ada 2 pilihan untuk naik ke atas Mt. Monju ini yaitu chair lift dan monorail. Dua duanya ngga beda jauh waktu sampainya, sekitar 6 menit untuk chair lift dan 8 menit untuk monorail. Mana yang lebih seru ? Ya tentu saja chair lift 😎Karena sudah sore, ngga ada antrean sama sekali, kami langsung beli tiket chair lift dan diarahkan ke tempat untuk naiknyaa..

Nah ini penampakan chair liftnya, dan kotak krem di sebelah kanan itu monorailnya. Ini saya foto saat perjalanan turun dari View Land, pemandangannya super kan..
Naik chair lift ini seru banget, apalagi mereka ada muterin lagu gitu hahaha serasa naik wahana. Untuk kalian yang sedang bikin rencana mau ke Kyoto, sempatkanlah diri kalian kemari, dijamin tidak akan menyesal. Dan 6 menit kemudian sampailah kita di View Land.

Amanohashidate View Land ini seru banget, bisa ngeliat Amanohashidate dari ketinggian dan ada beberapa wahana juga yang bisa dinaikin kayak bianglala. Biar foto saja yang berbicara *tsah

Bridge to The Heaven

Nah ini dia Amanohashidate. Amanohashidate itu adalah lidah pasir yang memisahkan Teluk Miyazu dan Laut Aso (Wikipedia 😝) dan ini masuk ke dalam 3 pemandangan terindah di Jepang. Tadinya saya bingung kenapa diberi julukan bridge to the heaven, nah ternyata jawabannya adalah melihat Amanohashidate ini secara terbalik. Kalau melhat langsung cara ngeliatnya itu kita nunduk dan ngeliatnya di antara 2 celah kaki kita, nah kalau foto ya tinggal dibalik aja fotonya 😝

Taraaa, keliatannya seperti jembatan mengarah ke langit kan 😍

Puas menikmati keindahan ini, saya jalan jalan di area view land ini, rasanya betah banget ngga mau turun lagi 😭

Duh bangga sama fotografernya πŸ™ˆ


Setelah sejam lebih, baru kita turun (iya dong naik chair lift lagi) dan jalan - jalan ke lidah pasirnya. Amanohashidate ini masuk ke best moment saya selama di Jepang. Rasanya betah dan memorable banget.


Selain Amanohashidate View Land, banyak yang bisa kita liat di sini. Kalau seharian di sini juga seru. Banyak persewaan sepeda di sini jadi kita bisa keliling dengan bersepeda. Ada Chionji Temple juga yang wajib dikunjungi. Haduh saya jadi kangen pengen ke sini lagi 😭

Nah karena sudah malam, akhirnya saya dan Bangkit cari resto yang buka, dan karena jam nanggung jadiya belum ada resto yang buka sementara kita ngga bisa nunggu resto buka karena harus negejer kereta 😭 Kelaparan akhirnya kita ke kombini lagi deh beli jajanan. Baru abis itu kita balik ke Imamiya.

Woah akhirnya kelar juga untuk postingan Amanohashidate ini. Bener deh saya rekomen banget day trip ke sini dari Kyoto. Ayo jalan - jalan !

Rabu, 02 Mei 2018

Japan day #1 : Makan makan di Dotonbori

Untuk preparationnya bisa dibaca di Japan Trip !

Hahaha malu deh ngga kelar - kelar ini postingan 😞. Kita cicil ya biar ngga ada utang. Nah hari pertama di Jepang itu kan hari Sabtu 3 Maret 2018. Kita landing di Kansai International Aiport kira -kira jam 8 - an pagi waktu setempat. Begitu landing, terus ke imigrasi terus sudah deh kita ke toilet buat bersih - bersih dan rapi rapi dikit, abis itu kita cari koper kita. Nah abis ambil koper, di sini kita agak lost karena kita tau kita harus tuker bukti pembelian JR Pass kita sama JR Pass beneran  tapi kita ngga tau di mana nukerinnya. Untung di situ kayak ada Tourist Information, jadi kita bisa nanya arah deh. Oh ya kita ngga sarapan soalnya di pesawat kan dikasih sarapan ya. Tapi pilihannya lagi sedikit emang, saya pilih yang western tapi akhirnya ngga sentuh sama sekali sih karena liatnya aja uda ngga napsu 😣  akhirnya cuma minum teh aja sama jus apel, yang penting udah keiisi dikit deh. 

Saya lupa deh detailnya di mana saya nukerin JR Pass ini, hahaha udah kelamaan sih jadi lupa kan. Yang pasti itu kantor JR Pass udah rame aja sama turis - turis. Tapi antrenya ngga lama kok, dan sudah deh kita langsung masuk stasiunnya buat naik kereta ke AirBnB kita di Immamiya.

Seperti yang udah saya bilang, selama di Jepang untuk naik kereta - kereta ini saya mengandalkan Japan Official Travel App, jadi tinggal liat aja deh harus nunggu di kereta line berapa dan apa nama keretanya. Nah karena belum sampai AirBnB tentunya kita belum punya pocket wifi sementara jaringan internet ini kan butuh banget ya buat buka Apps dan Map. Jadi solusinya kita sudah beli paket roaming di Traveloka, murah kok tapi lupa berapa (ish postingan tidak berguna, tidak ada informasinya 😑) terus tinggal diaktifkan deh, saya pake Indosat dan Bangkit pake Telkomsel, dua - duanya kita hidupin roamingnya dan dua - duanya sinyalnya oke kok selama di sana.

Singkat cerita, sampailah kita di Immamiya Station dan lagi - lagi kita ngeraba - raba jalan menuju AirBnBnya kita. Host kita emang ngasi petunjuk tapi kita ngga nemu patokan patokan yang dia kasih. Salah satunya adalah tulisan 'CONAN' gede banget, kata host kita, begitu keluar stasiun akan liat tulisan CONAN gede banget, nah kita ngga nemu. Aneh padahal katanya tulisannya gede banget. (Keesokan harinya kita baru tau kalau tulisan CONAN nya itu pake kanji, ya mau segede apa juga ngga bakal keliatan sama kita πŸ˜ͺ) Untungnya kita udah minta alamat lengkap dan kita masukin ke Google Map dan tinggal diikutin aja. Terus kita juga udah minta foto tampak depan gedung flat kita, dan ngga lama ketemu deh 😚

Sampai flat, saya langsung ribut gimana nyalain pemanas ruangan hahaha, soalnya di luar dingin banget, eh flatnya juga dingin banget hahaha 😬 Adanya cuma AC jadi ya kita stel ke suhu terhangat, tetep aja ngga ngaruh - ngaruh amat. Setelah istirahat, mandi, dan siap - siap, kita memutuskan langsung cari makan di Dotonbori.

Neighborhood flat kita di Immamiya


Foto depan stasiun Immamiya

Dari Immamiya Station tinggal 1 station buat ke Namba Station, abis itu tinggal jalan deh ke Dotonbori. Tujuannya udah jelas, makan dulu karena seharian belom makan abis itu baru jalan - jalan. Dan tujuan makannya juga udah jelas, Coco Curry. Walaupun ada di Jakarta, tapi kita penasaran sih sama yang di Jepang. Ngga susah kok nemuin kedainya Coco Curry, tinggal liat google maps 😝

Kalau di Jakarta adanya di Mall Mall gede kalau di sini palingan kedai kecil gini

Gimana Coco Curry di sana ? Enaaaak hehehe. Beda sama yang di Jakarta karena pedes di sini sampai level 10 dan itu beneran pedes banget. Currynya ada yang based vegetable, beef, sama pork. Jadi aman untuk yang cari halal food. 

Happy nasi 500 gram level 10 , nasinya setengah kilo sendiri 😜

Kelar makan, baru deh kita jalan - jalan di Dotonbori, beli Ice Cream Melon Pan buat dessert terus makan di jembatan. Enak banget sih jadi kepengen lagi πŸ˜– 

Antre Ice Cream

Padahal lagi dingin tapi tetep makan es krim hehehe

Lanjut jalan - jalan di Shinsaibashi, foto depan Glico Man (kenapa sih kalau ke Osaka wajib foto di sini ?), people watching, mau jajan tapi masih kenyang banget, akhirnya kita putuskan pindah tempat ke Hitachi Tower Tsutenkaku.

SAAAHHHH


Kanan kiri restoran, sayang masih kenyang
Deket kok dari Namba Station, dan suasananya asik banget. Kiri kanan banyak resto, dan sayangnya kita masih kenyang huhuhu padahal kayaknya enak enak. Di sana cuma jalan - jalan dan foto foto aja karena kita masih ada yang pengen dikunjungin yaitu Abeno Harukas 300. Harukas ini observatory deck gitu, ketinggiannya udah jelas dari namanya ya 300 meter. Bangkit tuh suka banget deh city light diliat dari atas malem - malem gini, terus di sini juga seru karena ada illumination shownya gitu, jadi ada pertunjukan lampu dan suara. Seruuu 😝



Abis itu kita balik ke flat. Masih agak cape abis long flight terus kita juga nyiapin tenaga buat besok. Nah karena kita nanggung kenyangnya tapi mulut gatel pengen makan, akhirnya sampai di Immamiya Station, kita ngga langsung ke flat tapi mampir dulu ke Family Mart (Famima) deket flat. Beneran ya ternyata combini store di Jepang itu bikin kalap πŸ˜‹ Tapi emang selama di Jepang ini kita demen banget jajan di combini store macem Famima, Sevel, sama satu lagi lupa. soalnya makanan minumannya enak enak lucu lucu. Oh ya jangan lupa cobain ayam gorengnya Famima, itu enakk. Katanya Odennya juga enak tapi ngga sempet beli 😞 

Nah besok bakalan seru soalnya kita bakal ke Himeji Castle dan Amanoshashidate. Amanohashidate ini menurut saya salah satu highlight saya di Jepang soalnya saya cinta banget sama suasananya..