Minggu, 09 September 2018

Japan Day #4 : Foto Prewedding Murah di Jepang ?


Japan Day #3 : Universal Studio Osaka dan Makan Ramen Ichiran!

Syukurlah di hari keempat kami di Jepang ini, pagi pagi kami disambut matahari cerah. Cek weather di HP katanya sih hari ini bakalan cerah sepanjang hari. Hari ini wajib banget cerah sih soalnya kami mau jadi model!

Banyak banget yang bilang, enak ya prewednya di Jepang, pasti mahal dst dst Mereka ngga tau aja kalau saya sama sekali ngga planning buat foto prewed di Jepang hehehe Seperti cerita saya sebelumnya di sini, tiket Jepang ini udah jauh jauh hari kami pesan dan tujuan utamanya tentu aja jalan jalan, main, ketemu Cica dan makan enak. Ngga ada bayangan mau foto prewed sama sekali. Oh ya dan soal konsep foto prewed ini, saya dan Bangkit sebenernya kurang tertarik, mungkin karena kami sama sama kurang narsis ya jadi ketika mempersiapkan pernikahan, kami maju mundur memutuskan akan foto prewed atau ngga karena mahaaall!!! 😜

Nah, ketika membuat itinerary Jepang trip, kami berencana akan ke Kyoto, dan saya super excited karena saya sudah membayangkan akan menyewa yukata di Kyoto buat lucu lucuan aja. Lalu ketika sedang melakukan reservasi untuk sewa yukata, ada pilihan untuk melakukan photoshoot dari tempat rental yukatanya. Harganya bervariasi tergantung pilihan waktu, tempat, dsb dan untuk yang lumayan proper buat foto prewedding itu relatif mahal. Tapi akhirnya saya dan Bangkit jadi mempertimbangkan, mumpung di Jepang apa mau sekalian foto prewed aja nih? Lama banget kami mempertimbangkan hal ini, sampai akhirnya diputuskan ngga usah aja karena sayang sama uangnya mendingan buat jalan - jalan lagi hehehe 😜

Lalu di bulan Februari sekitar 1 bulan sebelum keberangkatan, Frame a Trip (Tau kan ? Ini semacam platform yang mempertemukan fotografer lokal dengan calon kliennya) lagi gencar banget promo diskon Valentine's Day. Diskonnya itu dibatasi kuota di setiap destinasi hanya 50 kuota, dan Kyoto masuk ke salah satu destinasinya. Iseng iseng, saya dan Bangkit ngecek diskonnya seperti apa, dan ternyata diskonnya sistemnya lucu deh. Karena kami pilih foto couple, diskonnya itu berdasarkan jumlah dari tanggal lahir kami xixixi dan syukurnya tanggal lahir saya dan Bangkit itu tanggal lahir gendut. Saya tanggal 24 dan Bangkit tanggal 20, total diskon kami 44%, hampir setengah harga! Harga yang kami bayar sekitar 2 Jutaan untuk sesi 3 jam foto. Mungkin ini yang namanya rezeki calon pengantin ya dan karena menurut kami ini good deal banget, akhirnya kami book sesi dengan Frame a Trip 😍

Setelah deal, kami dihubungi lagi untuk dikenalkan dengan fotografernya. Fotografer kami namanya Dario, dan bukan orang Jepang asli hahaha Dari situ kami langsung kontak kontakan buat set tanggal, waktu, tempat, dan tema untuk foto nanti.

Untuk rental yukatanya sendiri, saya dan Bangkit pilih menyewa di Yumeyakata. Ini kayaknya rental paling ramai dan terkenal se-Kyoto deh. Karena emang Yumeyakata ini web-nya sangat user friendly, bahasanya tersedia Bahasa Indonesia loh. Bahkan katanya helper kita nanti buat memilih dan menggunakan yukatanya ada yang bisa Bahasa Indonesia juga. Kalau mau rental di sini, mending reservasi dulu karena mereka super rame selalu. Jadi di web reservasi kita bisa memilih tanggal, waktu akan datang ke store-nya mereka, mau pilih service apa, apakah cuma sewa yukata atau mau dimake up dan hair do sekalian, atau mungkin mau nyoba didandani jadi Maiko (Geisha Apprentice), mau nyoba jadi Samurai, mau photoshoot sekalian, pokoknya banyak tinggal pilih aja. Saya pilih sewa yukata, make up, dan hair do. Bangkit sih jelas cuma sewa yukata aja.

Pagi hari itu dari Immamiya Station kami bergegas ke Kyoto Station, dari Kyoto Station kami harus ganti ke subway. Karena kami tidak membeli Pasmo atau Suica (E-moneynya Jepang gitu), kami harus membeli ketengan. Subwaynya cuma sebentar kok, sampai deh di Gojo Station, dari station tinggal jalan kaki 2 menit sampai. Kalau mau jalan dari Kyoto Station juga bisa, tapi lumayan sih 20 menitan baru sampai.

Sampai di Yumeyakata, kita diberi kantong plastik untuk membungkus sepatu yang sedang dikenakan, lalu diberi tas besar. Sepatu yang sudah dibungkus plastik kita masukkan ke dalam tas besar itu, tas itu jangan lupa dibawa yah hehehe. Lalu kita diarahakan ke meja resepsionis, karena kami sudah booking, kami diberi kertas yang sudah ditandai dengan service yang sudah kita pilih sebelumnya. Dari situ saya dan Bangkit berpisah, saya ke bagian wanita, Bangkit ke bagian pria.

Sumpah storenya rame banget, padahal hari biasa loh. Di bagian wanita, sudah banyak orang yang memilih - milih yukata, saya dihampiri satu orang staf Yumeyakata lalu ditanya kira kira yukata yang mau saya kenakan warna apa, dan membatu mencocokkan dengan obi. Lalu setelah memilih paduan yukata yang diinginkan, saya mengantre untuk dibantu mengenakan yukata. Jangan kuatir soal pakaian dalam ya, soalnya di sini disiapkan juga pakaian dalam khusus yukata, bentuknya seperti robe putih tipis gitu. Setelah mengenakan yukata, saya dihair do dan make up, hair donya udah ada pilihannya ya, jadi tinggal tunjuk aja dan hair stylistnya kerjanya cepet bener, 15 menit selesai, tanpa dicatok, disasak dsb. SUPER. Kalau make up sih karena make up ala Jepang itu simple banget jadi prosesnya cepet. Oh ya baju kita semua disimpan di tas besar itu ya, pokoknya semua barang pribadi disatukan di tas itu. Nantinya tas itu akan disimpan di Yumeyakata, jadi tidak perlu kuatir akan membawa bawa gembolan dengan yukata 😃

Sudah pake yukata, make up dan rambut sudah paripurna, tas sudah dititip, saatnya memilih tas kecil dan sandal. Oh ya kaus kaki juga disiapkan kok. Tadinya saya waswas, udara dingin pake sandal, mana kaus kakinya kayak tipis gitu, eh surprisingly kaus kakinya anget banget. Lebih anget daripada kaus kaki heattech uniqlo ya ampun. Saking cintanya, kaus kakinya saya bawa pulang hahaha (eh ini ngga nyuri, emang boleh dibawa pulang)

Setelah kelar dengan semuanya, itu sudah jam 12 siang aja, padahal kami sampai di Yumeyakata itu jam 10 pagi. Belum sempet sarapan pula, syukurnya kami masih punya waktu sebelum jam janjian kami dengan Dario dan ngga jauh dari Yumeyakata, kita liat ada Yoshinoya! Jadilah kami makan siang di Yoshinoya hari itu. Rasanya ? Tentu aja beda, kawan! Saya sendiri pesan meal yang ngga ada di Yoshinoya Indonesia sih, yaitu Sukiyaki. Ini enakk huhuhu, kok ngga ada di Indo sih. Kalau Bangkit pesen Beef Bowl, toppingnya pakai telur mentah dan daun bawang. Kata Bangkit, kurang micin 😛 

Setelah makan siang, kita jalan menuju tempat janjian dengan Dario. Eh ngga jalan ding, tapi naik bis. Seru loh naik bis di Jepang hehehe patut dicoba kalau kalian lagi di Jepang. Singkat kata, kita ketemu Dario dan setelah berkenalan basa basi, kita mulai sesi fotonya!



Duhhhh 😍

Ini payungnya dibawain Dario loh, kata dia untung pas yukatanya pink jadi payungnya bisa dipake

Foto favorit karena ngga keliatan muka, jadi kayak orang jepang beneran hahaha

Sesi fotonyanya sendiri walaupun 3 jam, ngga berasa sama sekali karena sambil jalan terus sih. Sayangnya saya jadi ngga bisa liat - liat dan menikmati Kyoto huhuhu 😭 Padahal cantik banget tempatnya, bahkan saya juga melewatkan kesempatan nyobain kopi Arabica% padahal storenya lagi ngga terlalu ramai 😭 Simpulannya, kami cukup puas dengan prewed ala ala ini, dan kami bersyukur banget ngga keluar uang banyak untuk foto prewed beneran karena kami ngga akan suka. Kami lebih suka jalan - jalan haha hihi ketimbang punya foto bagus 😅 Hasil fotonya Dario plus editan Frame a Trip sendiri bukannya ngga bagus. Hasilnya bagus loh, kami dapet 80 edited photos, dan ini beneran good deal menurut kami. Kami sudah coba cetak memperbesar foto Frame a Trip, dan ngga pecah sama sekali, bahkan warnanya tambah bagus. Senanggg..

Setelah sesi 3 jam yang melelahkan itu berakhir, kami segera balik menuju Yumeyakata untuk mengembalikan yukata. Karena kalau semakin malam akan semakin ramai, dan bener aja storenya udah rame sama turis - turis yang mengembalikan yukata. Tapi tenang, prosesnya mudah dan cepat kok. Sekitar 15 menit, semua urusan pengembalian sudah selesai.

Kami segera menuju Kyoto Station karena Cica sudah punya janji dengan temannya di sana. Kyoto di malam hari ? Ya Tuhan, bagus banget sih. Duh, betah banget di sini dan menyesal hanya bisa menyempatkan 2 hari di sini.

Kyoto Tower

Kami menghabiskan malam itu dengan makan Okonimiyaki, lupa nama restorannya yang saya inget cuma restorannya itu adanya di mall seberang Kyoto Station. Mallnya gabung sama Kyoto Tower. Kami memutuskan makan di situ juga karena disuggest sama temennya Cica ini. Lucu deh, jadi di tengah meja itu ada pan berpemanasnya gitu, nanti okonomiyaki pesenan kita akan ditaruh di pan itu dan alhasil okonomiyakinya bakalan anget terus, enyaaakkk 😚

Saking lapernya, ngga ada yang kepikiran foto - foto hahaha, jadinya cuma ada foto seadanya doang..

Satu satunya foto, ngiler lagi liatnya. Ini yang topping beef kalau ngga salah. Yang satu lagi prawn gitu, enakkk

Selain okonomiyaki, di sini juga ada banyak menu lain, ada yakisoba juga. Tadinya saya kedistract sama meja sebelah yang pesen yakisoba, wanginya itu loh. Tapi akhirnya kami fokus ke okonomiyakinya aja. Untuk berempat, kami cuma pesan 2 karena katanya ukurannya besar, dan bener aja, pesen segitu aja udah kenyang banget. Okonomiyakinya sendiri rasanya enak bangettttt, lembut, creamy, melting, toppingnya banyak. Ngangenin! Oh ya kata Cica, di tempat lain, ada yang kita bisa buat okonomiyaki kita sendiri loh, jadi nanti dikasih bahan - bahannya aja, jadi kita bisa buat sesuai selera.

Dan setelah itu kita balik deh ke flat kita, besok kita ke Kyoto lagi, tunggu yaaaa 😘

Tidak ada komentar: